BY : TRI WULANDARI
BAB I :
PENDAHULUAN
Sejarah pendidikan Islam mempunya
manfaat bagi umat Islam dalam meneladani proses pendidikan Islam semenjak masa
Rasulullah SAW, masa sahabat ulama-ulama besar dan zaman para pemuka gerakan
pembaruan pendidikan Islam. Secara akademis sejarah pendidikan Islam bermanfaat
untuk mengetahui dan memahami pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam
sehingga dapat untuk memecahkan problematika pendidikan Islam dimasa kini
karena kemajuan IPTEK.
Pola pendidikan
yang dirumuskan oleh negara barat muatan nilai ruhiyahnya sangatlah minim dan
lebih mengedepankan logika materialisme serta memisahkan antara Agama dengan
kehidupan. Implikasi yang dapat dirasakan namun jarang disadari adalah
munculnya degradasi moral yang dialami oleh generasi masa kini.
Periode klasik
merupakan masa gemilang (the golden age) bagi umat Islam yang meliputi
banyak aspek kehidupan. Agama Islam memberikan motivasi yang sangat jelas agar
pemeluknya berkarya untuk mencapai kemajuan dan kejayaan. Kemajuan dan kejayaan
tercapai karena ilmu pengetahuan yang melalui proses pendidikan.
Allah SWT
mengutus seorang Rosul yaitu Muhammad Rasulullah SAW untuk merubah perilaku
jahiliyah Bangsa Arab Salah satu usaha keras beliau adalah menanamkan proses
pendidikan yang sangat baik. Pendidikan masa Rasulullah SAW sesuai dengan
kondisi sosial politik pada masa itu melalui tahapan yang terbagi pada periode
mekkah dan periode madinah.
Pada periode
Mekkah, Nabi Muhammad lebih menitik beratkan pembinaan moral dan akhlak serta
tauhid kepada masyarakat Arab yang bermukim di Mekkah dan pada periode di
Madinah Nabi Muhammad SAW melakukan pembinaan di bidang sosial politik.
Disinilah pendidikan Islam berkembang pesat.
BAB
II :
PERKEMBANGAN
PENDIDIKAN ISLAM
MASA
RASULULLAH SAW
Sejarah
pendidikan Islam hakekatnya tidak terlepas dari sejarah Islam. Sejarah dalam
bahasa Arab disebut Tarikh yang berarti keterangan yang telah terjadi di
kalangannya pada masa yang telah lampau atau pada masa yag masih ada.
Secara terminologi sejarah berarti keterangan yang telah terjadi dikalangan
masyarakat dimasa lampau atau masa sekarang. Sejarah mengungkapkan
peristiwa-peristiwa masa silam, baik peristiwa sosial, politik, ekonomi maupun
Agama dan budaya dari suatu bangsa, negara atau dunia.
KONDISI PENDIDIKAN MASYARAKAT ARAB SEBELUM ISLAM
Kondisi sosial dalam masyarakat Arab terbagi dalam beberapa kelas. Sikap
masyarakat sangat diskriminatif antara satu sama lain atas dasar keturunan,
kebangsaan, suku, bahasa , warna kulit, jenis kelamin dan status sosial.
Situasi ekonomi dan politik mengikuti kondisi sosial sesuai dengan cara hidup
mereka .
Menurut Munir Mursyi pendidikan di negeri Arab pra
Islam dilaksanakan melalui peniruan dan cerita. Anak – anak tumbuh dan berkembang
meniru dan mendengar hikayat orang dewasa. Kaum Arab mengekspresikan dan
membanggakan nilai- nilai kemasyarakatan dalam kabilahnya melalui syair –syair.
Ilmu yang mereka kenal terbagi menjadi tiga bidang ilmu pengetahuan yaitu :
1.
Ilmu tentang nasab : keturunan, sejarah dan perbandingan Agama
2.
Ilmu ru’ya : mimpi
3.
Ilmu tenung : sihir
Kaum Arab dikenal tidak bisa baca tulis (ummi), mereka hanya mengandalkan
otak dalam menghafal dan meriwayatkan syair. Oleh karena itu mereka tidak memiliki
buku untuk mewariskan ilmu pengetahuan kecuali dengan menghafal.
PENDIDIKAN
ISLAM MASA RASULULLAH SAW
Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama di Gua Hira di Mekkah pada
tahun 610 M, yang artinya: “Bacalah (ya Muhammad) dengan nama Tuhanmu yang telah
menjadikan (semesta alam). Dia menjadikan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmu maha pemurah. Yang mengajarkan dengan pena. Mengajarkan
kepada manusia apa yang belum diketahuinya.
Kemudian disusul oleh wahyu yang
artinya: Hai orang yang berkemul (berselimut). Bangunlah, lalu berilah
peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah! dan pakaianmu bersihkanlah. dan perbuatan
dosa tinggalkanlah. dan janganlah kamu member (dengan maksud) memperoleh
(balasan) yang lebih banyak. dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.
Dengan turunnya wahyu itu Nabi Muhammad SAW telah diberi tugas oleh Allah,
supaya bangun melemparkan kain selimut dan menyingsingkan lengan baju untuk
memberi peringatan dan pengajaran kepada seluruh umat manusia, sebagai tugas
suci, tugas mendidik dan mengajarkan Islam.
Pendidikan masa Rasulullah SAW, sesuai dengan kondisi sosial politik pada
masa itu, dimana terbagi menjadi 2 periode yaitu :
A. Periode
Mekkah
Inti pendidikan dan pengajaran yang diberikan Rasulullah selama di Mekkah
ialah pendidikan keAgamaan dan akhlak serta menganjurkan kepada manusia, supaya
mempergunakan akal pikirannya memperhatikan kejadian manusia, hewan,
tumbuh-tumbuhan dan alam semesta.
Secara lebih sederhana, pendidikan Islam yang dilakukan Rasulullah di
Mekkah merupakan prototype yang bertujuan untuk membina pribadi muslim agar
menjadi kader yang berjiwa kuat dan dipersiapkan menjadi masyarakat Islam,
mubaligh dan pendidik yang baik.
Sesuai karakteristik perkembangan pendidikan Islam, maka tahapan pendidikan
Islam periode Mekkah terbagi menjadi :
1.
Tahapan sembunyi
Dengan
diturunkannya wahyu pertama, Rasulullah mulai membimbing dan mendidik umatnya.
Pada awalnya beliau melakukan dengan cara diam –diam dilingkungan sendiri
diantara orang- orang terdekatnya. Rumah Al- Arqam bin Abil Arqam menjadi
lembaga pendidikan Islam pertama sebagai tempat pertemuan Rasulullah SAW dengan
sahabat-sahabat dan pengikut-pengikutnya. Disanalah Rasulullah SAW mengajarkan
dasar-dasar atau pokok-pokok Agama Islam dan membacakan wahyu-wahyu (ayat-ayat)
alqur’an.
2.
Tahapan terang
terangan
Setelah sekitar
3 tahun kemudian turun wahyu agar Rasulullah SAW berdakwah secara
terang-terangan. Firman Allah SWT : Maka sampaikan olehmu secara
terang-terangan segala apa yang diperintahkan(kepadamu) dan berpalinglah dari
orang musyrik ( QS.Al Hijr : 94 )
Perintah dakwah
terang-terangan ini seiring dengan semakin bertambah banyaknya jumlah sabahat
Nabi SAW serta untuk meningkatkan jangkauan seruan dakwah. Banyak tantangan dan
penderitaan yang diterima Nabi dan sahabat-sahabatnya dari kaum quraisy, namun
hal itu tidak menggoyahkan semangat untuk terus mempelajari ajaran Islam dan
terus berdakwah.
3.
Tahapan seruan
umum
Kemudian
Rasulullah SAW merubah strategi dakwah dengan seruan umum, umat manusia secara
keseluruhan. Hal ini dilakukan pada musim-musim haji , ketika banyak kaum
diluar Mekkah berdatangan untuk melaksanakan haji. Pada tahapan ini berkat
semangat yang tinggi dari para sahabat dalam mendakwahkan ajaran Islam, maka
seluruh penduduk Yatsrib masuk Islam kecuali orang – orang Yahudi.
B.
Periode
Madinah
Periode pendidikan Islam di Madinah melalui pendekatan politik. Ajaran
Islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah. Nabi
Muhammad pada masa ini selain sebagai pemimpin keAgamaan juga sebagai kepala
Negara.
Cara Rasulullah melakukan pembinaan dan pengajaran pendidikan Islam di
Madinah :
a.
Pembentukan dan
pembinaan masyarakat baru
1.
Memperkokoh
persatuan kaum muslimin
2.
Menciptakan
usaha mandiri untuk memenuhi kebuTuhan sehari hari
3.
Membentuk
tatanan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur
4.
Mengembangkan
sarana komunikasi efektif melalui masjid sebagai pusatnya.
5.
Perjanjian
persahabatan dengan kaum yahudi antara lain toleransi berAgama.
b. Pendidikan
sosial politik dan kewarganegaraan
Materi pendidikan sosial dan kewarnegaraan Islam pada masa itu adalah
pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam konstitusi Madinah, yang dalam
prakteknya diperinci lebih lanjut dan disempurnakan dengan ayat-ayat yang turun
selama periode Madinah.
Tujuan pembinaan adalah agar secara berangsur-angsur, pokok-pokok pikiran
konstitusi Madinah diakui dan berlaku bukan hanya di Madinah saja, tetapi luas,
baik dalam kehidupan bangsa Arab maupun dalam kehidupan bangsa-bangsa di
seluruh dunia.
c. Pendidikan anak
pada masa Rasulullah
Anak merupakan pewaris ajaran Islam dan sebagai generasi penerus
melanjutkan misi menyampaikan Islam ke seluruh penjuru alam.
Peringatan-peringatan
dalam Al Qur’an berkaitan dengan itu:
Perbedaan Ciri Pokok Pembinaan Pendidikan Islam
Periode Mekkah dan Madinah:
- Periode kota Mekkah:
Pokok pembinaan pendidikan Islam di kota Mekkah adalah pendidikan tauhid
yang menitik beratkan menanamkan nilai-nilai tauhid ke dalam jiwa setiap
individu muslim, agar jiwa mereka terpancar sinar tauhid dan tercermin dalam
perbuatan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.
- Periode kota Madinah:
Pokok pembinaan pendidikan Islam di kota Madinah dapat dikatakan sebagai
pendidikan sosial dan politik. Yang merupakan kelanjutan dari pendidikan tauhid
di Mekkah, yaitu pembinaan di bidang pendidikan sosial dan politik agar dijiwai
oleh ajaran , merupakan cermin dan pantulan sinar tauhid tersebut.
BAB
III
KURIKULUM
DAN METODE PENDIDIKAN MASA RASULULLAH SAW
KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM MASA RASULULLAH SAW
Kurikulum dalam
pendidikan Islam dikenal dengan kata manhaj yang berarti jalan yang
terang yang dilalui pendidik bersama anak didiknya untuk mengembangkan
pengetahuan, ketrampilan dan sikap mereka. Aplikasi kurikulum dalam pendidikan
Islam berfungsi sebagai pedoman yang digunakan oleh pendidik untuk membimbing
peserta didik kearah tujuan tertinggi pendidikan Islam melalui akumulasi sejumlah
pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Dalam hal ini proses pendidikan Islam
bukanlah suatu proses yang dapat dilakukan secara serampangan , tetapi
hendaknya mengacu kepada konseptualisasi manusia paripurna(insan kamil) yang
strateginya telah tersusun secara sistematis dalam kurikulum Islam.
Mengindentifikasikan
kurikulum pendidikan pada zaman Rasulullah tidak mudah sebab Rasul mengajar
pada sekolah kehidupan yang luas tanpa di batasi dinding kelas. Rasulullah
memanfaatkan berbagai kesempatan yang mengandung nilai-nilai pendidikan. Beliau
menyampaikan ajarannya dimana saja seperti di rumah, di masjid, di jalan, dan
di tempat-tempat lainnya.
Sistem
Pendidikan Islam lebih bertumpu kepada Nabi SAW. Perintah Allah SWT kepada Nabi
Muhammad SAW adalah membuka pintu gerbang pengetahuan bagi manusia dengan
mendidik. Selain itu beliau diutus untuk menyebarkan pesan pesan yang
terkandung dalam Al Qur’an. Rasulullah memiliki otoritas untuk menentukan
materi materi pendidikan , yaitu dapat dibedakan menjadi :
a. Periode Mekkah
a) Materi yang diajarkan hanya berkisar pada ayat ayat Makkiyah sejumlah 93
surah pendek dan petunjuk Rasulullah SAW yang dikenal dengan sunnah dan hadits
b) Materi pengajarannya menitikberatkan pada keimanan, ibadah dan akhlak
b. Periode Madinah
Pada fase
madinah materi pendidikan yang diberikan cakupannya lebih kompleks yaitu :
a) Memperluas dan memperdalam materi yang telah diajarkan pada periode mekkah
yaitu :
v Hafalan dan
penulisan Alqur’an
v Pemantapan ketauhidan
umat
v Tulisan baca Al
Qur’an
v Sastra Arab
b) Membangun lembaga masjid sebagai tempat pelaksanaan
pendidikan.
c) Pendidikan ukhuwah(persaudaraan) antara
kaum muslimin, dengan bertitik tolak dari struktur kekeluargaan yang
ada saat itu
d) Pendidikan kesejahteraan sosial yaitu
pemenuhan kebuTuhan pokok sehari hari. Jalinan kerjasama antara kaum Muhajirin
dan kaum anshor
e) Pendidikan kesejahteraan kaum kerabat. Rasulullah
SAW menerapkan sistem kekeluargaan kekerabatan baru berdasarkan ketaqwaan
kepada Alla SWT
f) Pendidikan
HANKAM (pertahanan dan keamanan ) dakwah Islam. Masyarakat
muslimin dibawah bimbingan Rasulullah merupakan suatu negara yang berdaulat,
hal ini menjadi dasar bagi usaha dakwah beliau dalam menyampaikan ajaran Islam
ke seluruh umat manusia secara bertahap.
g)
Seluruh aspek ajaran Islam : Materi pendidikan Islam yang
dilaksanakan Rasulullah SAW di Madinah sesuai dengan seluruh isi Al Qur’an dan
Sunnah beliau.
METODE PENDIDIKAN MASA RASULULLAH SAW.
Metode
pendidikan yang Rasulullah SAW kembangkan dalam menyampaikan materi adalah
sebagai berikut :
1. Metode Ceramah : menyampaikan wahyu yang baru diterimanya
dan memberikan penjelasan- penjelasan dan keterangan.
2. Dialog : metode ini dipergunakan ketika berkomunikasi
dengan para sahabat dalam menyelesaikan permasalahan yang terkait dakwah ajaran
Islam
3. Diskusi atau tanya jawab
4. Metode perumpamaan
5. Metode kisah
6. Metode pembiasaan
7. Metode hafalan : para sahabat menghafal untuk menjaga Al
Qur’an
MATERI PENDIDIKAN MASA RASULULLAH SAW.
a. Materi keimanan
: Melalui tanya jawab dengan penghayatan yang mendalam dan didukung oleh
bukti-bukti rasional dan ilmiah
b. Materi ibadah : disampaikan dengan metode demonstrasi dan
peneladanan sehingga mudah diikuti masyarakat
c. Materi akhlak :
Rasulullah menitikberatkan pada metode peneladanan. Beliau tampil dalam
kehidupan sebagai seseorang yang memiliki kemuliaan dan keagungan baik dalam
ucapan maupun perbuatan.
Ruang lingkup pendidikan Agama Islam meliputi keserasian
dan keseimbangan antara lain :
1.
Hubungan manusia dengan Allah SWT
2.
Hubungan manusia dengan sesama manusia
3.
Hubungan manusia dengan dirinya sendiri
4.
Hubungan manusia dengan makhluk lainnya
dan lingkungannya.
Untuk
melaksanakan fungsinya sebagai pendidik Rasulullah SAW telah melakukan
serangkaian kebijaksanaan yang sangat strategis. Proses transformasi ilmu
pengetahuan, internalisasi nilai-nilai spiritualisme dan bimbingan emosional
yang dilakukan Rasulullah SAW merupakan mukjizat luar biasa, yang tidak dapat
dilakukan oleh manusia biasa.
Wahyu terakhir Alqur’an yang turun di
Padang Arafah ketika Rasulullah melakukan ibadah Haji Wada’ terakhir , firman
Allah SWT : ”Pada hari ini telah Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu dan Aku
telah ridha Islam jadi Agamamu”
Dengan turunnya wahyu terakhir ini berarti selesai tugas Nabi Muhammad SAW
dalam mendidik umatnya.
BAB V :
KESIMPULAN
1. Pendidikan masa Rasulullah SAW, sesuai dengan kondisi
sosial politik pada masa itu, dimana terbagi menjadi 2 periode yaitu :
a.
Periode Mekkah
b.
Periode Madinah
2. Sesuai karakteristik perkembangan pendidikan Islam, maka
tahapan pendidikan Islam periode Mekkah terbagi menjadi :
a.
Tahapan
sembunyi
b.
Tahapan
terang-terangan
c.
Tahapan seruan
umum
3. Perbedaan ciri pokok pembinaan pendidikanIIslam masa
Rasulullah pada :
· Periode kota Mekkah: Pokok pembinaan
pendidikan Islam di kota Mekkah adalah menitik beratkan menanamkan nilai-nilai
tauhid ke dalam jiwa setiap individu muslim agar tercermin dalam kehidupan
sehari-hari.
· Periode kota Madinah: Pokok pembinaan
pendidikan Islam di kota Madinah dapat dikatakan sebagai pendidikan sosial dan
politik. Yang merupakan kelanjutan dari pendidikan tauhid di Mekkah.
4. Mengindentifikasikan kurikulum pendidikan pada zaman
Rasulullah tidak mudah sebab Rasul mengajar pada sekolah kehidupan yang luas
tanpa di batasi dinding kelas. Beliau menyampaikan ajarannya dimana saja
seperti di rumah, di masjid, di jalan, dan di tempat-tempat lainnya
5. Metode pendidikan yang Rasulullah terapkan dan kembangkan
di dalam menyampaikan materi adalah metode ceramah dialog, perumpamaan,
diskusi, perumpamaan, kisah dan hafalan.
6. Rasulullah SAW telah melakukan serangkaian kebijaksanaan
yang sangat strategis dalam melaksanakan fungsinya sebagai pendidik. Proses
transformasi ilmu pengetahuan dan internalisasi nilai – nilai spiritualisme
yang dilakukan beliau merupakan mukjizat yang luar biasa.
DAFTAR PUSTAKA
1. Sejarah pendidikan Islam, Prof .DR.Ramayulis, Kalam mulia
, cet1 th 2012
2. Ilmu Pendidikan Islam, Prof. Dr Ramayulis , Kalam Mulia
edisi revisi cet.7 th. 2008
3. Dra.Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam,
Jakarta: Bumi Aksara cet.9,2008
4.
Mahmud Yunus , Sejarah
Pendidikan Islam
5.
Kelengkapan
Tarikh Nabi Muhammad SAW, Munawar Cholil, (1969 : penerbit Bulan
Bintang-cet,15)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar